Paninggaran Pekalongan,-
Pembangunan rohani belakangan ini, sangat penting dan mendesak mengingat tidak
sedikit generasi bangsa, para anak muda kita yang menjadi korban miras,
narkoba, atau dalam menyalahgunakan obat terlarang lainnya. Akibatnya, mental
mereka rapuh dan akal mereka rusak, tidak lagi berfungsi normal, sehingga masa
depan mereka sebagai generasi bangsa mustahil dapat melakukan estafet
perjuangan dan pembangunan para pendahulu mereka.
Karena itu, persoalan ini
adalah problema bangsa yang mendapat perhatian semua pihak, termasuk GP. Ansor
Kabupaten Pekalongan. Salah satu program unggulan GP. Ansor Kabupaten
Pekalongan mengadakan silaturrahim anggota di tingkat kecamatan secara bergilir
dengan kemasan Dzikir dan Shalawat.
Kegiatan kerohanian ini,
pada 30 Maret 2013 yang lalu dilaksanakan di halaman utama Kantor Kecamatan
Paninggaran, dengan penceramah Maulana Al-Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin
Yahya dan KH. Zimam Hanifunnusuk dari Kota Pekalongan. Pada acara tersebut
hadir para pejabat Muspida, pejabat Muspika, Pengurus MWCNU Paninggaran, Ketua
MUI Kec. Paninggaran KH. Fadloli, Pengurus cabang dan anak cabang GP. Ansor se
Kab. Pekalongan.
Dalam
sambutannya, M. Ahsin Hana, S.Pd.,M.Pd. Ketua Pengurus Cabang GP. Ansor
mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan rutin sebulan sekali secara
bergilir di kecamatan dengan tujuan untuk menguatkan faham Ahlussunnah
Waljama’ah pada anggota GP. Ansor dan masyarakat lainnya, dan untuk
mengantisipasi faham dan aliran yang merongrong NKRI. Senada dengan sambutan
nahkoda GP. Ansor tersebut, Maulana Al-Habib Lutfi juga menyerukan kepada
masyarakat secara luas, terutama para generasi muda, harus meneladani para
Pahlawan, Pangeran Diponegoro, Kyai Mojo dst. sehingga tumbuh dan mengalir
darah semangat nasionalisme kuat pada setiap diri generasi, terlebih dalam
mempertahankan kehormatan, harga diri dan jati diri bangsa yang tersirat dalam
bendara merah putih. NKRI adalah harga mati, bukan basa basi. Beliau menambah, kita harus dapat menciptakan
dan meningkatkan ekonomi kita dengan menggali potensi sumber alam yang ada di
lingkungan kita sendiri. Semisal, memproduk bacem ikan dengan kemasan yang
menarik, di Peninggaran bisa dilakukan, tandasnya menyakinkan.
Menanggapi
kegiatan ini, M. Agus Salim Ka. KUA Paninggaran yang juga hadir dalam acara
tersebut, mengatakan, mewakili Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama,
mengucapkan terimakasih kepada Panitia penyelenggara dan semua pihak yang
mendukung acara-acara kerohanian seperti ini. Kami merasa dibantu, karena ini
wilayah kerja Kementerian Agama.
Kegiatan
yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.30 terhitung sukses sebab ribuan pengunjung
dari kaum nahdliyin dan lainnya turut hadir dan mengikuti acara secara hidmat sampai
selesai sekalipun diguyur terpaan hujan angin. (Abil As’adain)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar